• This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 4 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 5 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.

Selasa, 28 Juni 2016

Hujan



‌Mendung sudah menjunjung,
Dan Hujan tiada kabar,
Aku berdiri menyambut awan yang seketika berubah abu,
Disini, Hati berwarna biru,
Rindu tumpah dan menggebu.
‌(Mendung sore,16/12/15)

Senin, 27 Juni 2016

Perempuanku


Perempuan.
Selamat sore, lama kita tak membicarakan senja yang biasa kita intip dari balok jendela rumah.
.
Perempuan.
Lama kita tak menghitung jarak mataharai berkeliling sampai ia menuju temaram.
Atau menjamu peraduan?
Dia cantik dan elok seperti parasmu.
.
Perempuan.
Lama kita tak berpuisi,
Lama kita tak berkidung akan senja yang selalu melukiskan indahnya dunia saat aku dan kamu menjadi satu bait.
.
Perempuan.
Sudah berapa kali senja, tanpa KITA.
Sudah berapa lama?
Berapa puluh juta menit?
Ataukah angka* itu masih berbaris rapi sesuai perintah jenderalnya?
.

Rindu


Mendung sudah menjunjung,
Dan Hujan tiada kabar,
Aku berdiri menyambut awan yang seketika berubah abu,
Disini, Hati berwarna biru,
Rindu tumpah dan menggebu.
‌(Mendung sore,16/12/15)

Bungkusan Senja


Ku bungkus senja hari ini dengan doa.
Lalu ku sembunyikan namamu dibalik senja yang warnanya kuning keemasan.
Ku adukan namamu kepadanya.
‌Bahwa engkau adalah pesona kedua setelah senja yang setiap kali aku tunggu, saat temaram.

Minggu, 26 Juni 2016

PUISI CANGGUNG

CANGGUNG

Tanganku terpegang pada suatu malam
dari mereka yang memegang kata

jalan kertas terlewati dengan halus
tangan halus tergores kasar
bukanya kemesraan yang muncul
tapi canggung yang sedang berkumpul

apabila tangan mulai terpegang kembal
senanglah hati beraroma rindu
dan jemariku menari diatas pegangan
mereka mulai tak renggang
banyaknya jemari diantara rengganganku

Dulu, Tuhan
masakau yang rona seperti pohon
mereka bersamaku adalah satu tanpa jeda
gelak tawa dan raut muka adalah satu aroma

daku menunggu daih jatuh
pada musim sepi yang padang
harusnya kau telah datang
dan membawa kabar

Tuhan bolehkah aku?
Aku sudah tak lagi bersama kata
sejak mereka memisah dari kertas
mungkin kata mulai hilang

atau...
yang pasti ia mulai canggung
untuk kembali bersama kalimat
untuk dibaca bersama lingkaran tanpa renggang

datang kawan
datang
engkau kata yang masih terbungkus dalam kalimat

aku menunggumu bersama senja
dibawah pohon pinus
aku duduk dibawah baitmu.