Minggu, 26 Juni 2016

PUISI CANGGUNG

CANGGUNG

Tanganku terpegang pada suatu malam
dari mereka yang memegang kata

jalan kertas terlewati dengan halus
tangan halus tergores kasar
bukanya kemesraan yang muncul
tapi canggung yang sedang berkumpul

apabila tangan mulai terpegang kembal
senanglah hati beraroma rindu
dan jemariku menari diatas pegangan
mereka mulai tak renggang
banyaknya jemari diantara rengganganku

Dulu, Tuhan
masakau yang rona seperti pohon
mereka bersamaku adalah satu tanpa jeda
gelak tawa dan raut muka adalah satu aroma

daku menunggu daih jatuh
pada musim sepi yang padang
harusnya kau telah datang
dan membawa kabar

Tuhan bolehkah aku?
Aku sudah tak lagi bersama kata
sejak mereka memisah dari kertas
mungkin kata mulai hilang

atau...
yang pasti ia mulai canggung
untuk kembali bersama kalimat
untuk dibaca bersama lingkaran tanpa renggang

datang kawan
datang
engkau kata yang masih terbungkus dalam kalimat

aku menunggumu bersama senja
dibawah pohon pinus
aku duduk dibawah baitmu.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimkasih telah berkunjung ke blog saya , silahkan berkomentar dengan sopan