Tanganku terpegang pada suatu malam
dari mereka yang memegang kata
jalan kertas terlewati dengan halus
tangan halus tergores kasar
bukanya kemesraan yang muncul
tapi canggung yang sedang berkumpul
apabila tangan mulai terpegang kembal
senanglah hati beraroma rindu
dan jemariku menari diatas pegangan
mereka mulai tak renggang
banyaknya jemari diantara rengganganku
Dulu, Tuhan
masakau yang rona seperti pohon
mereka bersamaku adalah satu tanpa jeda
gelak tawa dan raut muka adalah satu aroma
daku menunggu daih jatuh
pada musim sepi yang padang
harusnya kau telah datang
dan membawa kabar
Tuhan bolehkah aku?
Aku sudah tak lagi bersama kata
sejak mereka memisah dari kertas
mungkin kata mulai hilang
atau...
yang pasti ia mulai canggung
untuk kembali bersama kalimat
untuk dibaca bersama lingkaran tanpa renggang
datang kawan
datang
engkau kata yang masih terbungkus dalam kalimat
aku menunggumu bersama senja
dibawah pohon pinus
aku duduk dibawah baitmu.
0 komentar:
Posting Komentar
Terimkasih telah berkunjung ke blog saya , silahkan berkomentar dengan sopan